Selasa, 17 September 2013

Aku suka...

Aku suka bau mebel yang baru ........................................................ Aku suka bau karet gelang,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Aku suka bau cat,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Aku suka bau minyak kayu putih,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Aku suka bau kuteks
Apa harus beralih ke bau aromaterapi yang bisa nenangin jiwa gw yah better than suka bau unik yang gw sebutin di atas. Di luar bau- bauan di atas of course I don't like. Hahaa *pikir sendiri* Adakah yang punya kesukaan yang sama ma gw?

Senin, 02 September 2013

CItra Diri

Parenting Tips
"Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri, demikianlah ia." ( Ams 23 : 7a )

Mari kita belajar cakupan yang luas mengenai Intra Personal Intelligence yang merupakan definisi dari kemampuan seseorang mengendalikan dirinya ( self control ) serta kemampuan seseorang berkomunikasi dan memandang diri ( self image ).

SELF IMAGE ( citra diri )
adalah " Apa penilaian saya terhadap diri saya sendiri ". Hal ini sangat penting bagi anak. Bagaimana anak menilai dirinya sangat menentukan bayak hal dalam pencapaian di masa mendatang. Penilaian orang lain terhadap dirinya, tidak sepenting penilaian anak tentang diri sendiri. Kehidupan anak sangat tergantung pada citra diri yang terbentuk.

CITRA DIRI YANG POSITIF DALAM DIRI SEORANG ANAK SANGAT PENTING KARENA :
1.Menentukan PRESTASI tertinggi seorang anak.
seorang anak akan dapat mencapai prestasi tertinggi bila diberi wawasan yang tinggi tentang kemampuan dirinya. Membantu anak mencari dan menemukan minat spesifik dan menyediakan fasilitas pendukung untuk pengembangan minat yang dimiliki sangatlah penting. Orang tua harus peduli dan tidak membatasi anak untuk berkembang. Anak harus diyakinkan bahwa mereka dapat mencapai lebih tinggi dari yang mereka dapatkan hari ini.
2. Mempengaruhi bagaimana anak membawa dirinya
Bagaimana anak melihat diri sendiri, maka begitu pula kelakuan mereka.Sehubungan dengan hal ini, orang tua haru hati- hati mendidik anak. Jangan tanamkan pikiran negatif dalam diri anak, seperti "nakal", "bandel", " bodoh",kalau diterima anak maka akan terpatri dalam benak anak tersebut.Anank akan berperilaku seperti yang dilabelkan orang tua.Dalammenegur anak pun, prinsip yang benar yaitu : nyatakan kesalahan anak, tapi jangan memberi label buruk kepadanya.contoh : kamu napa melakukan ini, kamu kan anak baik, anak baik engga boleh melakukan hal seperti ini. Maka, yang tertanam di benak anak adalah ' ini perbuatan anak nakal, sedangkan saya bukan seorang anak nakal. Jadi tindakan nakal adalah tindakan abnormal bagi saya'.
Maka, anak tersebut akan menghindari perbuatan nakal dan menumbuhkan citra diri positif mereka.
3. Menentukan bagaimana seorang anak berhubungan dengan orang lain
Jika anak memiliki pikiran positif tentang dirinya, maka ia akan berpikir positif pada orang lain. Jika anaka dapat menerima diri sebagaimanaadanya,dengan mudah mereka akan menerima orang lain dengan keberadaan masing- masing.anaka yang merasa diri rendah, akan sangat sulit memuji dan menghargai orang lain karena dia sendiri masih buth pujian dan penghargaaan.

Parent, perlu disadari bahwa dunia sedang berlomba- lomba membentuk citra diri anak yang negatif, hal ini untuk membawa anak memiliki pikiran bahwa TUhan tidak berikan yang terbaik baginya.
Berikut pengertian yang salah yang dunia tawarkan pada proses pembentukan citra diri seorang anak :

Citra ( - ) Supaya dihargai, saya harus hebat
Anak dengan segala upaya tampil hebat untuk menarik perhatian dan mendapat pengakuan.

Citra (+) anak dibenarkan/ dihargai bukan karena hebat tapi karena anugerah Allah yang menjadikan pribadi  anak- anak kita menjadi garam dan terang dunia. ( Mat 5 : 13-16 )

Citra (-) Supaya disukai orang, penampilan saya harus ok
Kecenderungan ini semakin terlihat dengan anak- anak yang memaksa orang tuanya membelikan gadget terbaru dan termahal, juga pamer segala harta benda yang dipunya.

Citra(+) Tuhan terima kita apa adanya bukan karena ada apanya, bahkan anak ditebus pada saat masih berdosa untuk bersama- sama menjadi kawan sekerja Allah. ( 1 Kor 3 : 9 ).

Citra (-) Supaya tidak dihukum, saya tidak boleh berbuat salah
Anak menjadi pribadi yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya karena tidak bisa mentolerir suatu kesalahan, dia memandang kalau orang tua dan Tuhan adalah pribadi yang kejam yang selalu menghukum kalau anak melakukan kesalahan.

Citra(+) Tuhanlah yang mengubah kita menjadi sempurna agar menjadi lebih dari pemenang.(Roma 8 :37)

Citra (-) Saya tidak bisa berubah, karena dari lahir sudah begini.
Anak menjadi pesimis terhadap dirinya sendiri, merasa Tuhan tidak memperhatikannya dan turut andil dalam kegagalan dirinya.

Citra (+) Tuhan sanggup mengubah kita menjadi baru supaya jadi seperti Dia karena rencana besar Tuhan yaitu manusia diciptakan serupa dan segambar dengan Tuhan. (Kej 1 : 26 )

Parents, mari kita mulai saling memperkatakan berkat di antara keluarga karena mulut ini punya kuasa. Lepaskan pengampunan dan saling mendoakan sesama anggota keluarga akan memulihkan citra diri seorang anak.

Sumber : warta jemaat ( Pdt Lina Arief S. T. )